
Lampung Timur [MP]– Dugaan proyek siluman pembangunan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di Desa Rajabasa Baru dan Mataram Baru kian memanas. Selain tidak adanya papan informasi proyek dan ketidakjelasan pelaksana, masyarakat kini mempertanyakan sosok bernama Prayit yang disebut-sebut sebagai pihak yang “mengatur” jalannya pekerjaan.
Beberapa sumber menyebutkan, Prayit diduga menjadi penghubung dengan p3a dengan meminta tanda tangan ke ketua p3a blanko kosong. Namun, hingga kini tidak jelas kapasitasnya, apakah ia kontraktor resmi, mitra swakelola, atau sekadar orang yang ditunjuk oleh oknum tertentu.

“Kami dengar ada nama Prayit yang mengatur pekerjaan ini, tapi masyarakat tidak tahu dia siapa sebenarnya. Kalau memang resmi, harus jelas dasar hukumnya. Jangan sampai ada orang luar yang masuk seenaknya mengatur proyek negara,” ungkap salah satu warga, Selasa (30/9).
Kondisi ini makin menguatkan dugaan adanya permainan dalam pengelolaan proyek JIT di dua desa tersebut. Sebab, setiap proyek yang dibiayai dari APBN maupun APBD harus memiliki dokumen kontrak resmi dan dipublikasikan secara terbuka sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.prayit saat dihubungi kembali oleh media mataapena. Com engan mengakat telvon di WA pun tak menjawab.
Ketua LSM aksi feri pradana mendesak aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa Prayit untuk memastikan perannya. “Kalau memang benar dia yang mengatur pekerjaan, aparat harus bongkar siapa yang memberi mandat. Jangan sampai proyek prioritas presiden sebagai objek vital untuk petani ini dijadikan bancakan pribadi,” tegas aktivis muda tersebut.
Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Dinas PUPR Lampung Timur hingga berita ini diterbitkan belum memberikan klarifikasi resmi.
Penulis: Edi sopyan
Editor: Redaksi
Redaksi

Tidak ada komentar