
Lampung Timur [MP]— Situasi terkait kasus dugaan pengecoran dan penyelewengan solar bersubsidi di SPBU Sri Menanti kembali memanas setelah beredar kabar adanya upaya “damai” kepada koordinator aksi warga, Triyatno, dengan nilai fantastis mencapai Rp300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).
Informasi dari video triyatno yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah pihak diduga mencoba mendekati Triyatno agar meredam aksi protes warga serta menurunkan tekanan publik terhadap proses penyelidikan. Meski belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum ada bukti resmi, kabar ini langsung menarik perhatian luas.
Menurut keterang Triyatno dalam video menolak segala bentuk tawaran yang dianggap dapat menghambat perjuangan masyarakat menuntut transparansi. Triyatno juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur dan meminta agar penyelidikan dilakukan secara terbuka. Ia menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi harus dituntaskan hingga ke seluruh rantai yang terlibat, bukan hanya pada tiga tersangka awal, yaitu operator dan dua sopir.
Warga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut pihak-pihak lain yang diduga terlibat, mulai dari penadah, oknum pembeli, hingga kemungkinan keterlibatan pihak internal SPBU. Mereka berharap proses hukum berjalan tanpa intervensi dan memberi efek jera.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat mengenai kabar upaya damai tersebut maupun perkembangan penyidikan lanjutan. Masyarakat Sribawono terus berharap agar penegakan hukum berlangsung objektif, mengingat dampak besar praktik penyalahgunaan solar bersubsidi bagi warga kecil dan pelaku usaha transportasi.

Penulis: Novan akbar
Editor: Agus
Redaksi

Tidak ada komentar